Laman

Selasa, 10 November 2015

cerpen


Rantai tak berkarat

                Bukan tentang uluran tangan bantuan tapi tentang rasa persahabatan yang tinggi. Itulah kata kata yang selalu teringat di benakku ketika ika meninggalkan persahabatan kami yang sudah kami ciptakan selama 5tahun,hanya dengan sesosok pria berumur 17 tahunan. Setiap manusia pasti pernah menciptakan hubungan istimewa ini,ya persahabatan. Persahabatan adalah hubungan spesial selain berpacaraan, persahabatan lebih dari segalanya bagiku.
                “ hey jos,kenapa melamun terus? Udah kayak orang stress...” teguran dari wanita separu baya menggunakan hijab berwarna hitam pekat
                “ eh ibu,buat aku terkejut saja” lontaran perkataan yang di ciptakan oleh anak laki laki dengan kelopak mata yang indah sehingga membuat setiap orang ingin memiliki kelopak mata tersebut. Anak laki laki tersebut adalah aku, namaku joshua,ya begitulah keseharian ku selalu kesepian semejak ika pergi meninggalkan ku 1bulan yang lalu. Ika adalah sahabatku sejak di bangku SMP. 5tahun,bukan waktu yang cepat seperti membalikan telapak tanggan tapi itu waktu yang cukup panjang untuk hubungan persahabatan.
***

                “ jos? Sudah siap nak??”
                “ sudah bu sebentar lagi “ ujarku pada ibu ku
Hari ini adalah genap 2 bulan aku tanpa berhubungan dengan ika,yasudahlah mungkin di luar sana dia telah bahagia dengan orang lain,aku hanya bisa panjatkan doa untuk sahabat tercintaku. Tangganku mulai membuka pintu mobil dan aku memutar kunci mobil untuk menyalakan mesin mobil,dan mulai menginjak pedal gas. Kecepatan mobil ku mencapai 40km/jam sengaja aku membawa mobil dengan perlahan karena aku sendang membawa ibuku, maklum umur beliau telah mencapai  50tahun.
                “ jos..? “ tanya ibuku
                “ iya bu?” jawabku
                “ kamu sudah siap nak? Tetep berdoa ya pasrah dengan allah”
                “ insyallah joshua kuat bu “ jawabku pada ibuku.
                Hari ini adalah hari di mana aku juga akan melaksan oprasi penambahan ginjal sebelah kanan ku.Yah,sejak umurku 5 tahun aku telah hidup dengan ginjal 1 . keluargaku tidak begitu kawatir dengan keadan diriku karena dengan berjalan nya waktu aku hidup normal dengan biasanya. Tapi ketika umurku menginjak 18 tahun aku telah mengalami gagal ginjal yangdi timbulkan pada gijal ku yang hanya satu di dalam tubuhku,mau tidak mau ginjal ku harus di ganti dan aku hari ini aku telah mendapatkan pendonor ginjal tersebuh. Aku sangat ber hutang budi pada pendonor ginjal tersebut,karena dengan dia mendonorkan ginjal nya padaku aku bisa melanjutkan hidupku dengan biasanya.
                Mobil ku makin lama makin melaju dan angka menuju ke angka 60KM,Yah aku telah bersemangat untuk menjalankan oprasi ku,kaki kanan ku begitu semangatnya menginjak pedal gasun untuk sengera sampai ke rumah sakit.Tertiba aku di lampu merah yang jaraknya dari rumah sakit sekitar 400Meter lagi, dan aku melihat sepasang orang yang sepertinya berada di depan mobilku sedang bertengkar,aku teringat pada sahabatku ika yang telah 2 bulan meninggalkan aku demi seorang laki laki yang dia inginkan. Mataku terus saja memandangi ke arah mobil yang ada di depanku ,hati kecilku berkata bahwa itu adalahh ika,tapi mana mungkin ika ada di kota ini sendangkan dia telah pindah ke luar pulau jawa dan berkata kalau tidak balik lagi.
                “ bu? Coba lihat ke arah depan itu seperti ika bu...”
                “ bener jos, itu seperti ika sahabat kamu sejak smp itu,yasudah kamu samperin coba”
                “ ah mungkin aku salah lihat bu...lagi pula cita tidak di sini “ jawabku sambil menginjak gas dan mulai jalan ke arah rumah sakit. Saat jarak rumah sakit dengan posisi mobilku sekarang berkisar 100 meter lagi , mobil yang tadi di depan ku berhenti tiba tiba sehingga aku meng- erem mobilku dengan tiba tiba seorang gadis dan pria keluar dari dalam mobil hitam itu lalu mereka seperti beradu mulut,spicles aku melihat kalau perempuan itu mirip dengan ika sontak aku langsung keluar mobil dan menghampiri gadis tersebut. Ayunan tangan ku menyentuh punggung gadis tersebut dan menyapanya.
                “ Ika? “ sapaku sambil memeluknya
                “ eh siapa kamu “ jawab gadis tersebut sambil mendolakku hingga aku jatuh ke trotoar jalanan. Lelaki yang bersama gadis tersebut langsung menariki kera bajuku dan memukul bagian perutku hingga aku menjerit kesakitan.
                “ eh sudah berhenti! “ teriak gadis tersebut.
Terlihat gadis tersebut sedang bertengkar dengan pasangan nya dan aku hanya bisa melihat mereka dengan keadaan kesakitan.  Ku lihat ibu-ku di dalam mobil khawatir dan beliau menghampiri ku sambil mencoba membawaku untuk ke mobil tetapi aku tidak menghiraukan ajakan ibuku. Aku masi saja ikut campur dalam masalah pertengkaran gadis dan pria tersebut. Terlihat pria tersebut menerjukan pukulan ke perut wanita tersebut sehingga wanita tersebut jatuh ke jalanan yang kendaraan cukup ramai yang berlalu lalang, aku langsung berlari ke arah pria tersebut dan menerjunkan pukulan dasyat di bagian wajah nya sehingga membuat tetasan darah keluar dari bagian mulut pria tersebut.
                “ joshua...” teriakan ibuku
Aku tidak menggiraukan teriakan ibuku, aku tetap menghajar pria tersebut , perkelahian pun berlangsung dan membawa keramaian di area jalanan tersebut.
Prakkk...
Ku tolehkan pandangan ku ke arah sumber suara tersebut,sontak aku langsung berlari ke arah sumber suara tersebut. Terlihat gadis tersebut tertabrak oleh sebuat mobil pribadi, cucuran darah banyak keluar dari bagian tubuh wanita itu . Tidak berpikir panjang aku langsung membawa wanita tersebut ke rumah sakit.
                “ bagaiman dok keadaanya?” tanya ku dengan cemas
                “ anda keluarganya atau suaminya ? “ jawab dokter sambil menyentuh pundakku
                “ saya sahabatnya nya dok “
                “ jos..” teguran ibu sambil menarik tanganku
                “ sudah bu, ibu diam dan duduk di ruang tunggu saja “ jawabku sambil membawa ibu ke ruang tunggu. Dan selanjutnya aku dan dokter masuk ke ruangan tersebut.
***
                “ bu apakah saudara joshua tadi anak dari anda? “ tanya dokter pada ibu
                “ ya betul dok, dia anak saya “
                “ ini bu sebelum oprasi tadi dia meninggalkan surat ini pada saya dan dia berkata bahwa saya harus meyerahkan surah tersebut pada anda “ sambil mengeluarkan selenbaran kertas.

                “ Bu,sebelumnya joshua minta maaf yang sebesar besarnya pada ibu. Joshua tau joshua salah tapi joshua harus melakukannya bu. Bu joshua mendonorkan ginjal joshua pada wanita ini bu, joshua tau dia bukan siapa siapa joshua tapi dia mirip sekali dengan ika sahabat joshua yang dulu, jadi joshua memberikan ginjal joshua untuk dia bu karena dia lebih layak untuk mendapatkan kehidupanya ketibang joshua, ohya bu nama dia ike miripkan dengan ika bu, sebelas dua belas dari ika, jadi joshua menganggap dia sahabat joshua yang paling joshua sayangi bu. Bu nanti jika ike sudah sadar dari kondisinya bilang pada ike kalau mulai hari ini dan selamanya dia adalah sahabat joshua ya bu. Sekali lagi joshua minta maaf pada ibu, karena persahabatan abdi adalah persahabatan yang tidak terbatasi, persahabatan joshua dengan ika maupun ike bagaikan Rantai tak berkarat bu , rantai yang tidak terkena tetesan hujan sekalipun. Bu joshua pamit ya, joshua sayang ibu. I love u bu
Tetesan air mata keluar dari kelopak ibu saat membacanya.
***

               
               

               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar