Valentine terakhir
Karya : Agung setiawan
Siapa aku ?
Pemuda yang bernamakan Niko setiawan terlahir dari keluarga yang memeluk agama kristen, memiliki sosok ayah yang taat pada agama , tapi kenapa dia membeci anaknya? , apakah anaknya terlahir untuk di musuhi ?.
“ he… melamun aja , yuk pergi “
“ oalah… kau ngejutin aja , yauda yuk “
Lamunanku baru saja di hancurkan oleh wanita berkulit sawo matang , di lengkapi dengan helayan rambut yang halus. Ya ia adalah kekasihku namanya cristin olivia , wanita yang sudah 2 tahun mengisi hatiku.
Selang aku dan cristin berjalan sesekali ku pandangi wajahnya yang begitu mengundang setiap pemuda untuk mencintainya. Tuhan, aku tidak siap meninggalkannya dan aku tidak tega menyakitinya. Tapi, inilah satu-satunya jalan untuk menemukan jati diriku yang sesungguhnya, Maafkan aku cristin.
***
Aku terduduk di jendela kamarku, sambil memandang kelap kelip bintang di atas langit, ingin rasanya untuk berteriak melepas semua penat yang lengket di setiap bagian pikiranku. Hembusan angin sepoy-sepoy menciptakan ingatan bahwa aku ini siapa, aku tidak menemukan jati diriku .Ku alihkan pandanganku yang sebelumnya memandang bintang, kini memandang al-kitab dan al-quran yang berdiri tegak di meja belajarku, aku selalu menyimpan ke2 kitab suci ini di dalam kamarku tanpa di ketahui siapa pun.
Tring…
suara yang begitu pekat tercipta dari telfone genggam yang terletak di atas pulau kapuk, sontak aku langsung berjalan cepat untuk menggambilnya, terlihat pesan dari cristina yang berisikan
Selamat hari valentine niko, semoga kita saling menyayangi ya…
Ku pejamkan mataku dan kelopak mata mulai menutupi pandangan ku, sengaja aku tidak mebalas pesan dari cristina.
***
“selamat hari valentine cristin,ni aku ada hadia”
Sodoran sebuah kotak yang di lapisi kertas berwarnakan merah jambu menyala dan di lengkapi pahatan yang berbentuk hati terbuat dari kertas origami
“ romantisnya , makasih ya sayang “
Jawaban pujian yang di balas oleh cristina untukku dengan penuh kelembutan sambil mengkecup pipi kananku. Tuhan aku mohon beri hambamu kekuatan untuk bisa memutuskan tindakan ini .
“cristina , kurasa ini perayaan hari valentine yang terakhir buat aku dan kamu“
“ kenapa ? kok gitu ngomong nya ? “
Terpaku dan diam seperti hal nya orang bodoh, itu yang di ciptakan oleh mimik wajah cristina. Aku tidak tahu dia bodoh,ngak nalar , atau kesambet. Soalnya dari tadi hanya diam dan memandang kosong wajahku. Sedikit demi sedikit matanya mulai berkaca-kaca dan akhirnya tetasan air mata keluar dari kelopak matanya.
“kenapa nik? Kenapa harus yang terakhir?”
“ karna aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita”
“ tau ngak nik ? hati aku bagai di tusuk ribuan, bahkan juataan jarum”
Cristina hanya terlihat menggelengkan kepalanya dan meneteskan air matanya, aku coba menjelaskan tapi hanya mimik wajah kekecewaan yang terlihat dari cristina. Tuhan aku seperti malaikat perebut kesengan orang, dengan sesaat rasa indah dan damai berubah menjadi gemerlap malam hari yang sepi. Sedikit pelukan yang ku ciptakan untuk cristina , aku bermaksud untuk menenangkanya tapi dia belum juga bisa menerima semua ini.
“lepaskan aku nik ! kau tega “
Lemparan kotak yang ku berikan tadi pada cristina dan dorongan kuat mengenaiku , aku terjatuh di antara sekeliling rerumputan yang menjadi saksi aku dan cristina bertengkar.
***
“ sebaiknya kau pergi dari rumah ini ! sekarang ! “
Bentakan keras seorang ayah kepada anaknya menggambarkan amarah yang berkobar kobar.
“tapi ayah… aku nyaman di agama yang ku pilih”
“ cepat kau pergi ! penghianat”
Lemparan tas yang di dalamnya terdapat segumpalan baju-bajuku, penghianat… kata kasar yang di keluarkan dari ujung bibir sosok ayah yang ku hormati dan menjadi panutanku selama ini. Kini dia telah membuangku , yah.. karna aku telah menghianati agamaku sendiri , baiklah kurasa ini adalah jalan terbaik yang di tardirkan untukku.
“baiklah ayah selamat tinggal”
Sambil ku ambil tasku dengan jemari-jemari kecilku dan ku balikkan sekali lagi pandangku ke arah wajah ayah , mungkin dia telah kecewa. Lihat ibu,adik,bahkan kakakku , mereka memasang mimik wajah yang sangatlah sangar , seperti sengerombolan singa yang lapar dan ingin memangsa korbanya. Heh… sungguh malang nasibmu niko, di buang oleh keluargamu sendiri dan di tinggal kekasihmu.
Gemurung suara langit yang ingin menumpahkan ribuan tetesan air terdengar pekat di gendang telingaku , tetesan air membasahi rerumputan lapangan yang luas. Sedangkan aku hanya berteduh di bawah pohon sambil menengada ke atas melihat ribuan tetesan air turun ke bumi, sesekali ku usap kedua telapak tangganku untuk menghasilkan sedikit kehangatan. Terlintas nama keluargaku dan kekasihku di benak pikiran ku, bagaimana keadaan mereka sekarang , sedang apakah mereka sekarang , apa mereka memikirkanku juga?.
Brung…
Suara gemurung petir baru saja menghancurkan lamunanku , perlahan ku pejamkan mataku dan memikirkan nasibku besok, besoknya lagi , dan seterusnya.
***
5 tahun kemudian.
“allahhuakbar allahhuakbar” bunyi suara merdu yang terdengar di gendang telingaku, begitu merdu dan damainya hati ini mendengar alunan suara adzan.
Ku bangkitkan badan ku dari tempat tidur yang membuat semua orang nyaman berada di atasnya, perlahan kakiku menuju kamar mandi, ku putar keran air dan keluarlah air yang sangat jernih . dengan penug kelembutan aku mulai membasuh sebagian tubuhku untuk berwudhu dan dilengkapi dengan ayat ayat bacaan untuk berwudhu.
Ku hirup degan dalam udara pagi yang sejuk,perlahan juga aku keluarkan dari bibirku. Hari ini adalah hari di mana aku di tinggalkan cristina selama 7 tahun, yah… ingatan itu tidaklah terhapus dari pikiranku. Langkah kaki di sertai dengan lafazd bismilahku ucapkan dari ujung bibirku. Tujuanku sekarang menuju ke masjid yang berada di tengah kota kecil yang ku tempati selama ini, kini aku telah hidup damai di kota kecil yang tidak jauh dari kota asalku sebelumnya . selang aku berjalan , tiba tiba muncul sosok wanita yang tidak asing lagi di pandanganku, rasa pensaran mulai muncul di benak pikiran ku . aku coba untuk bejalan mendekati nya .
“tidak,tidak mungkin” ocehanku bertanya pada diriku sendiri apakah tuhan memang telah mengatur semua ini. Ku tolehkan kepalaku ke arah kanan, aku bermaksud untuk mengalihkan pandanganku menuju wanita tua yang berada di ujung jalan, sontak aku langsung berlari ke arahnya tanpa menghiraukan apapun dan tiba-tiba.
Brak…
Badanku tertabrak dan terlempar sekitar 2 meter, kepalaku terasa sakit yang tak pernah aku rasakan sebelumnya, darah mengalir begitu kentalnya di bagian kepalaku dan pejaman mata mulai melakukan tugasnya.
***
Perlahan ku buka kedua kelopak mataku, pandanganku tidaklah begitu jelas , tapi terlihat ruangan yang di penuhi dengan perlengkapan dokter lebih tepatnya di sebut rumah sakit. Kepalau tersa sangatlah sakit seperti di timbah dan di tusuki dengan ribuan jarum tajam. Aku coba mengangkat tubuhku tapi ada daya, rasanya tidaklah sanggup rasa sakit begitu parah menyerang sekujur tubuhku. Tolehan kepaku mengarah ke kanan. apa… cristina, dari mana dia tahu aku ada di sini, tidak tidak tidak ini hanya khayalan.
“niko ?, kau tidak apa-apa?”
“ kau… Cristina bukan ?”
“iya, aku cristina niko”
Mendengar kalau dia benar benar cristina sontak jantungku berdetak dengan lambat, sakit… itu yang kurasakan selama 7tahun setelah orang tersayang pergi dari kehudipan ku.
“selmat hari valentine niko ”
Kata-kata itu lagi , tidak aku… tapi aku rindu akan merayakanya.
“maaf cristina aku muslim!”
“niko?”
Mimik wajah itu lagi muncul dari gadis yang perhan hinggap di hatiku, bukanya mimik itu telah terkubur dalam dalam selama 7 tahun. Mata mulai terpejam dengan perlahan .
***
Terima kasih ya allah kau telah izinkan aku memeluk agama-mu , aku telah menemukan siapa aku sebenarnya di agama mu ya allah, maafkan aku cristina telah pergi untuk selamanya dan maafkan aku juga ayah telah mengecewakan mu. Selamat tinggal cristina , selaamat tinggal dunia . maaf aku tidak bisa merayakan hari valentinen lagi denganmu cristina , karna aku muslim .
-TAMAT-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar